Korupsi Terus -->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bandar Sabu Setoran Ke Polisi

Monday, February 3, 2025 | February 03, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-07-06T10:16:10Z


BANDAR Setor Rp160 Juta ke Polisi Polres Labuhanbatu

 

Polisi adalah lembaga yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta menegakkan hukum. Polisi juga berperan dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. 

Tugas Polisi 

·         Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat

·         Menegakkan hukum

·         Memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat

·         Mengatur lalu lintas

Sabu - Metamfetamina

Metamfetamina, disingkat meth, dan dikenal di Asia Tenggara, Hong Kong, Jepang dan Arab Saudi sebagai sabu-sabu atau shabu-shabu, adalah obat psikostimulansia dan simpatomimetik. Obat ini dipergunakan untuk kasus parah ADHD atau narkolepsi dengan nama dagang Desoxyn, tetapi juga disalahgunakan sebagai narkotika

Sejak tahun 1938, metamfetamina dipasarkan secara besar-besaran di Jerman sebagai obat bebas dengan merek dagang Pervitin, diproduksi oleh perusahaan farmasi Temmler yang berbasis di Berlin. Senyawa ini digunakan oleh semua cabang gabungan angkatan bersenjata dari Reich Ketiga, untuk efek stimulannya dan kemampuannya untuk terjaga dalam waktu lama. Pervitin menjadi bahasa sehari-hari dikenal di kalangan pasukan Jerman sebagai "Stuka-Tablets" (Stuka-Tabletten) dan "Herman-Göring-Pills" (Hermann-Göring-Pillen), sebagai sindiran sinis terhadap kecanduan Göring yang terkenal terhadap obat-obatan. Namun, efek sampingnya, terutama gejala putus obat, begitu serius sehingga tentara secara tajam mengurangi penggunaannya pada tahun 1940. Pada tahun 1941, penggunaannya dibatasi hanya dengan resep dokter, dan militer mengontrol dengan ketat distribusinya. Prajurit hanya akan menerima beberapa tablet sekaligus, dan tidak disarankan untuk menggunakannya dalam pertempuran. kata sejarawan Łukasz Kamieński,

"Seorang prajurit yang akan berperang di Pervitin biasanya mendapati dirinya tidak dapat bekerja secara efektif untuk satu atau dua hari berikutnya. Menderita mabuk narkoba dan lebih terlihat seperti zombie daripada pejuang hebat, dia harus pulih dari efek samping."

Beberapa tentara berubah menjadi lebih kejam, melakukan kejahatan perang terhadap warga sipil; yang lain menyerang petugas mereka sendiri Di akhir perang, senyawa ini digunakan sebagai bagian dari obat baru: D-IX.

Seorang bandar narkoba jenis sabu-sabu bernama Endar Muda Siregar mengaku memberikan setoran bulanan kepada polisi di Polres Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut). Video yang merekam pengakuan Endar itu viral di media sosial.

Video tersebut direkam setelah Endar menjalani sidang di Pengadilan Negeri Rantauprapat. Dalam video itu, Endar dari balik jeruji besi mengatakan telah menyetorkan uang sebesar Rp160 juta ke polisi di Polres Labuhanbatu.

"Saya itu membayar di Mapolres Labuhanbatu berjumlah sekitar Rp160 juta. Yang Rp80 juta untuk Kasat kategorinya ketua kelas. Kemudian untuk Kanit Rp20 juta. Untuk tim Rp8 juta per bulan," ujar Endar.

Dari pengakuan Endar, uang tersebut diserahkan langsung kepada petugas berinisial R tiap bulan tanggal 10.

"Itu diserahkan langsung setiap bulan. Setiap tanggal 10. Ada bukti bukti transfer nah itu kan uang yang saya berikan kepada saudara R," ucapnya.

Karena itu, Endar meminta kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menindaklanjuti masalah tersebut. Endar berharap polisi yang menerima uang darinya segera diperiksa.

"Kepada Bapak Presiden Prabowo dan Kapolri dan Bapak Kasi Propam dan DPR RI tolong periksa saya dengan kasus ini. Karena keterlibatan orang narkoba Mapolres polres Labuhanbatu ada dengan saya. Saya minta ke Propam diperiksa semua petugas yang terlibat dengan saya. Saya siap diperiksa," katanya.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update