Korupsi Terus -->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tanah Warga Bekasi Dicatut untuk Pagar Laut

Wednesday, February 5, 2025 | February 05, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-07-06T10:21:32Z


Menteri ATR/BPN Nusron Wahid

 

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) adalah kepala dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Menteri ATR/BPN bertugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pertanahan dan tata ruang

Nusron Wahid adalah seorang mantan aktifis, birokrat dan politikus Indonesia. Ia sekarang menjabat sebagai Anggota DPR RI sejak 2019 dan juga menjabat dari 2004 hingga 2015 mewakili Jawa Tengah II. Pada 2014 hingga 2019, ia menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia.

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menyebut ada puluhan warga di Segarajaya, Kabupaten Bekasi yang tanahnya dicatut untuk pagar laut.

Nusron menyebut 84 orang warga Desa Segarajaya mendapat nomor induk bidang tanah (NIB) untuk 89 bidang tanah pada 2021. Dia menyebut tanah-tanah itu berukuran sekitar 11 hektare.

"Kemudian, diganti di sana jadi 72 hektare cuma 11 orang. Dari 84 orang, 89 bidang, 11 hektare, menjadi 72 hektare dan cuma 11 orang," kata Nusron saat meninjau lokasi di Segarajaya, Kabupaten Bekasi, Selasa (4/2).

"Ini menurut saya sudah upaya-upaya kejahatan yang sistematis mengambil, mengakui sertifikatnya hak orang, dipindah ke laut, seakan-akan dia menggunakan nomor induknya sini di darat, tapi peta bidang fisiknya ditaruh ke laut," imbuhnya.

Nusron memastikan Kementerian ATR/BPN akan langsung membatalkan sertifikat-sertifikat di atas laut itu. Ia akan mengembalikan hak kepemilikan kepada warga-warga Segarajaya yang memang memiliki tanah di daratan.

Dia juga menugaskan Inspektorat Jenderal Kementerian ATR/BPN untuk melakukan investigasi. Nusron menduga ada keterlibatan oknum kementerian di balik kasus ini.

"Enggak mungkin ini pejabat rendahan. Harus orang yang punya akun mengakses ini. Bisa kasi, kasubag, kakantah, kakanwil, dirjen, irjen, sekjen, ataupun menteri," ujarnya.

Dia menambahkan, "Kita mau cari motifnya, siapa pelakunya."

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update